VIVAnews - Tagar
bubarkan Bansertiba-tiba jadi trending di Twitter. Namun, menurut Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, tagar yang terpopuler adalah #BanserUntukNegeri.
Mengenai adanya pihak-pihak yang menyuarakan pembubaran Banser, pria yang akrab disapa
Gus Yaqut itu mempertanyakan apakah betul itu masyarakat Sorong yang minta? Atau justru pengasong khilafah yang mencoba menumpangi?
"Saya kok enggak percaya kalau itu murni tuntutan masyarakat Sorong. Selama ini Banser dan masyarakat Papua bersahabat kok. Bahkan saat ormas lain menyerbu Asrama Mahasiswa Papua, Banser yang kemudian menjaga asrama mereka," kata Gus Yaqut saat dihubungiVIVAnews, Minggu 25 Agustus 2019.
Gus Yaqut lantas menunjukkan sejumlah foto keakraban Banser dengan warga dan tokoh-tokoh Papua termasuk saat dirinya mengunjungi Bumi Cendrawasih tersebut dan mendapat sambutan hangat. Tidak hanya itu saja, anggota Banser juga ada yang berasal dari Papua.
Dari penelusuran VIVAnews, ada foto-foto yang bertuliskan tuntutan massa di Sorong, Papua, beredar di Twitter. Salah satu tuntutan itu berisi permintaan kepada pemerintah untuk membubarkan Banser.
"Kalau tanya pernyataan itu hoax atau tidak, sebaiknya tanya ke yang bikin. Saya nggak bisa jawab. Karena upaya mengadu domba Banser dan warga papua, hanya akan berakhir sia-sia," tuturnya.
Banser tidak boleh dihapuskan
BalasHapusBetul sekali
HapusBadan otonom NU ANSOR BANSER YG TELAH MEMPERJUANKAN NKRI Dan jasa jasa mereka tak boleh di lupakan
Meski banser yg sekarang tdk ikut bererang di masa lalu akan tetapi banser yg saat ini masih berpegang teguh kepada NU Annahdiyin dan tetap membela negara tanah air yg kita pijaki ini
Ansor Banser Untuk NEGERI
BalasHapus